Wali Kota Temui Menteri Ekraf, Paparkan Potensi Content Creator Hingga Tenun Bima Dongkrak Ekonomi Lokal
Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE kembali melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta.
Wali Kota Bima didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, H. Sukarno, SH, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Drs. H. Mahfud, M.Pd, Kepala BPKAD Kota Bima, Siswadi, serta Kepala Bagian Prokopim Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin, S.IP, M.M.
Pada pertemuan tersebut, Wali Kota beserta rombongan disambut hangat oleh Menteri Ekraf RI dengan menghadirkan 4 deputi, sejumlah direktur dan jajarannya di Kementerian Ekonomi Kreatif.
Wali Kota Bima, H A Rahman memaparkan sejumlah potensi ekonomi kreatif Kota Bima yang diyakini dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
"Usulan kami mencakup berbagai subsektor, mulai dari tenun, musik, kuliner, fashion, fotografi, konten digital, film, hingga seni rupa," kata H. A. Rahman saat memaparkan potensi daerah di ruang rapat kantor Kemenekraf, pada Jum'at sore (09/01).
Menanggapi usulan dan harapan Wali Kota Bima, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya menegaskan komitmennya mendukung Pemerintah Kota Bima dalam mengembangkan ekonomi kreatif Kota Bima.
"Saya meminta jajaran saya untuk memotret potensi Ekraf di Kota Bima. Akan ada personal in charge yang akan menjembatani komunikasi lebih lanjut untuk akselerasi optimalisasi support kemenkraf pada potensi Ekraf Kota Bima," ungkap Teuku Riefky.
Teuku menegaskan pihaknya akan menjadwalkan untuk datang mengunjungi Kota Bima. Ia juga akan mendorong kemungkinan penyesuaian nomenklatur Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima ditambahkan nomenklatur ekonomi kreatif, sehingga program-program pembangunan ekonomi kreatif pusat dan daerah dapat bersinergi dan match.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi mengatakan kesiapannya mengunjungi daerah Kota Bima sesuai arahan bapak Menteri Ekraf.
"Kita coba susu kuda liar nanti di Kota Bima pak menteri," ucap Cecep dengan nada seloroh disambut tawa.
Diakhir pertemuan, Wali Kota Bima memerintahkan tim yang mengikuti rombongan untuk mengkaji kemungkinan penyesuaian nomenklatur Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima ditambahkan nomenklatur ekonomi kreatif.