Sekda Kota Bima Buka MUKERDA X DPD Wahdah Islamiyah

Sekretaris Daerah Kota Bima, menegaskan pentingnya penguatan solidaritas dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam mewujudkan Kota Bima yang maju dan bermartabat.

Hal tersebut disampaikan Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME, dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bertajuk “Kuatkan Solidaritas dan Kolaborasi Mewujudkan Masyarakat Kota Bima Maju dan Bermartabat” yang menjadi rangkaian Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) X DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima, bertempat di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Minggu (18/01/2026).

Sekda Kota Bima mewakili Pemerintah Kota Bima, mengawali paparan dengan menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada jajaran pengurus DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima beserta seluruh panitia penyelenggara atas terselenggaranya Dialog Kebangsaan dalam rangkaian MUKERDA ke - X ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi organisasi keagamaan dalam memperkuat persatuan, membangun kesadaran kebangsaan, serta mendukung agenda pembangunan karakter masyarakat Kota Bima. Sekda berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi mewujudkan Kota Bima yang maju, religius, dan bermartabat.

Dalam paparan bertema “Membangun Karakter melalui Gerakan Kota Bima BISA dalam Upaya Memerangi Miras, Narkoba, dan Radikalisme”, Sekda menguraikan tantangan kebangsaan di tingkat lokal, khususnya ancaman degradasi karakter masyarakat, dampak negatif miras dan narkoba terhadap moral, kesehatan, serta meningkatnya potensi konflik sosial dan kriminalitas. Selain itu, ia juga menyoroti bahaya radikalisme dan intoleransi yang dapat mengancam harmoni sosial dan nilai kebhinekaan, terutama yang menyasar generasi muda.

Sekda menegaskan bahwa Gerakan Kota Bima Bersih, Indah, Sehat, dan Asri (BISA) bukan hanya program kebersihan lingkungan, tetapi merupakan gerakan pembangunan karakter yang menyentuh aspek spiritual, sosial, budaya, dan perilaku masyarakat. Menurutnya, gerakan ini sejalan dengan visi RPJMD Kota Bima 2025–2029, yakni “Terwujudnya Kota Bima yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan”, khususnya misi mewujudkan masyarakat yang berketahanan sosial, religius, dan berbudaya.

“Kota yang bersih, indah, sehat, dan asri hanya dapat terwujud oleh masyarakat yang berkarakter, religius, dan berbudaya. Gerakan BISA harus kita aplikasikan dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam memerangi miras, narkoba, dan paham radikal yang merusak masa depan generasi muda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda mendorong peran strategis organisasi keagamaan, termasuk Wahdah Islamiyah, sebagai mitra pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sosial, membina moral masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam perlindungan generasi muda. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Gerakan BISA sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan, menjaga Kota Bima sebagai rumah bersama yang aman, harmonis, dan bermartabat.

Menutup paparannya, Sekda berharap Dialog Kebangsaan ini tidak hanya melahirkan kesadaran bersama, tetapi juga mendorong aksi nyata di tengah masyarakat sebagai wujud komitmen bersama membangun Kota Bima yang maju, religius, dan berkarakter.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol. ARH. S. Limbongan, S.Kom., M.Sc, Perwakilan Polres Bima Kota, Ketua DPW Wahdah Islamiyah NTB, Ust. Saifudin, S.Pdi., Lc., M.Pd, Kaban Kesbangpol Kota Bima, Rektor Universitas Muhammadiyah Bima, Ketua STIS Al-Ittihad Bima, serta Tenaga Ahli Poksi Komisi II DPR RI Dr. Alfarisi Thalib, S.Sos., MA konferensi virtual. Selain itu turut hadir berbagai elemen masyarakat dari mulai pelajar, mahasiswa, dan organisasi masyarakat dan keagaman Kota Bima.