Operasi Pasar Murah Digelar di Kelurahan Ule, Pemkot Bima Jaga Stabilitas Harga Pangan
Pemerintah Kota Bima melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bima bersama Perum Bulog Cabang Bima kembali menggelar Operasi Pasar Murah di Kelurahan Ule, Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan pasar murah sebelumnya di Kelurahan Melayu, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.
Operasi Pasar Murah ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kota Bima, TPID Kota Bima, dan Perum Bulog Cabang Bima dalam rangka menekan laju inflasi daerah serta memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas kebutuhan pokok disediakan dengan harga terjangkau, antara lain:
1. Beras SPHP sebanyak 1,5 ton dengan harga Rp57.000/5kg.
2. Beras Puno Kawan Premium sebanyak 300kg dengan harga Rp74.500/5 kg.
3. Gula pasir sebanyak 100kg dengan harga Rp17.500/kg.
4. Minyak goreng sebanyak 300 liter dengan harga Rp19.500/liter.
Masyarakat Kelurahan Ule tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar.
Asisten II Setda Kota Bima, Drs. Supratman, M.AP, yang turut hadir dan mengawal langsung pelaksanaan kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Operasi Pasar Murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya serta terus mendukung berbagai kebijakan dan program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Kota Bima yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi.
Melalui pelaksanaan Operasi Pasar Murah secara berkelanjutan di berbagai kelurahan, Pemerintah Kota Bima bersama TPID dan Bulog Cabang Bima menegaskan komitmennya dalam pengendalian inflasi daerah, menjaga ketersediaan pasokan, serta memastikan keterjangkauan harga bahan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.