Manasik Haji 1447 H, Pemerintah Kota Bima Siapkan Jemaah Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan
Pemerintah Kota Bima menggelar kegiatan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 H/2026 M di Aula SMK Negeri 3 Kota Bima dengan mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan”.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan menyeluruh kepada calon jemaah haji agar siap secara fisik, mental, dan spiritual dalam menunaikan ibadah haji.
Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon jemaah haji yang telah mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.
“Bapak dan Ibu patut bersyukur karena telah masuk dalam daftar tamu Allah. Sebesar apa pun kemampuan kita, jika Allah belum mengundang, kita belum tentu bisa berangkat haji. Maka bersyukurlah karena telah diberi kesempatan,” ujarnya.
Di tengah efisiensi anggaran lanjutnya, Pemerintah Kota Bima tetap berkomitmen untuk mengakomodir transportasi para calon jemaah haji Kota Bima untuk keberangkatan ke Mataram, maupun kepulangan dari Mataram ke Kota Bima.
"Kami ingin memastikan bahwa Jamaah Haji Kota Bima tidak hanya siap secara ritual, tetapi juga siap secara fisik, mental, dan sosial, serta mendapatkan pelayanan terbaik," tuturnya.
Ia juga mengingatkan para calon jemaah untuk mengikuti manasik haji dengan sungguh-sungguh sebagai bekal utama dalam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
“Untuk itu, kami mohon kepada Bapak dan Ibu agar fokus mengikuti seluruh rangkaian manasik haji hingga pelaksanaan ibadah haji nantinya, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan memperoleh haji yang mabrur,” tutupnya.
Sementara itu dalam laporannya, Pembina Manasik Haji, H. Amrin, SH menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji Kota Bima tahun ini sebanyak 228 orang. Para jemaah direncanakan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 11 dan Kloter 13.
“Kloter 11 berjumlah 121 jemaah dan akan masuk gelombang pertama, sehingga lebih dahulu diberangkatkan ke Madinah. Sementara Kloter 13 berjumlah 107 jemaah dan masuk gelombang kedua,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen jemaah haji Kota Bima merupakan lanjut usia (lansia). Jemaah tertua berusia 96 tahun, sedangkan yang termuda berusia 19 tahun. Selain itu, jemaah haji Kota Bima menjadi satu-satunya yang mendapatkan fasilitas penerbangan langsung hingga ke Kota Bima.