Pemerintah Kota Bima Gelar Rapat Bersama The Habibie Center dan Nusatenggara Center Bahas Penguatan Ketahanan Masyarakat melalui Program PROKOHESI

Pemerintah Kota Bima menggelar rapat koordinasi bersama The Habibie Center (THC) dan Nusatenggara Center (NC) dalam rangka pelaksanaan Program “Memperkuat Ketahanan Masyarakat dan Mantan Napiter untuk Mencegah Ekstremisme Berkekerasan dan Mempromosikan Kohesi Sosial” atau yang disingkat dengan Program PROKOHESI Kota Bima.

Rapat yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima tersebut dihadiri oleh Setda Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, MM., dengan didampingi oleh sejumlah Kepala OPD terkait, seperti, Kepala Kesbangpol Kota Bima, Kadis Kominfotik Kota Bima, Kadis Dikpora Kota Bima, Kadis Sosial Kota Bima, Kadis Pariwisata Kota Bima, dan dari unsur Forkopimda, Pengawas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) NTB, Direktur Eksekutif Nusatenggara Center (NC), Prof. Dr. H. Kadri, M. Si., (selaku penyelenggara acara). perwakilan Densus 88, serta dari tim media, Rangga Babuju. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara Pemerintah Kota Bima dan mitra strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat Kota Bima. Selasa, (3/3/2026).

Prof. Dr. H. Kadri, M. Si, selaku Direktur Eksekutif NC, dalam paparannya menjelaskan bahwa rapat yang bertajuk "Memperkuat Ketahanan Masyarakat dan Mantan Napiter untuk Mencegah Ekstremisme Berkekerasan, dan Pro Kohesi Kota Bima" ini sengaja, diadakan di Kota Bima, bukan tanpa alasan, hal ini mengingat realitas yang terjadi di Kota Bima sendiri, yang syarat dengan isu radikalisme, ekstremisme yang masih berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini, menurutnya dapat dibuktikan dengan masih adanya proses perekrutan anggota-anggota baru oleh kelompok ekstreem secara masif, dan ini semua di picu oleh berkurangnya tokoh yang dapat dijadikan panutan di luar bidang keagamaan, seperti di sektor bisnis, dan bidang pendidikan.

Dan untuk menanggulangi ini semua , menurutnya butuh perhatian, dukungan, dan partisipasi semua pihak, termasuk Pemerintah Kota Bima. Dan Pemerintah Kota Bima sendiri diharapkan ikut mendukung program Pro Kohesi Kota Bima, yang mana Program Pro Kohesi ini dirancang untuk mendorong reintegrasi sosial mantan napiter ke tengah masyarakat secara produktif dan bermartabat, dengan memberikan pembinaan, dan edukasi, mengubah mindsetnya, melatih skilnya, dan mefaslitasi ruang kerjanya di pemerintahan.

Sementara itu, Setda Kota Bima, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima menyambut baik, dan mendukung penuh pelaksanaan Program Pro Kohesi Kota Bima, sebagai langkah konkret dalam mencegah penyebaran paham ekstremisme, radikalisme di Kota Bima.

Ia menegaskan bahwa pendekatan pencegahan harus dilakukan secara komprehensif, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga dan lingkungan sosial napiter.

Menurutnya pendekatan dengan kelompok radikalisme, ekstremisme ini bisa dilakukan dengan pendekatan sosial, yakni dengan membiarkan mereka berbaur dengan masyarakat lingkungan sekitarnya, memberikan perhatian kepada mereka, dengan memberikan bantuan sosial, serta memberikan ruang bagi mereka untuk tetap eksist, baik secara natural, maupun secara pengembangkan ekonomi.

"Saya mewakili Pemerintah Kota Bima, menyambut baik, sekaligus mendukung program kegiatan ini, karena ini sangat membantu kami, dalam hal menanggulangi munculnya kelompok radikalisme, dan ekstremisme di Kota Bima," ujarnya.

Lebih jauh, Fakhrunraji mengharapkan bahwa, yayasan, atau sekolah-sekolah yang dikelola oleh kelompok ekstrem ini, dapat dipimpin oleh Kepala Sekolah dari Pegawai Negeri Sipil, agar segala keputusan, persoalan administrasi, dan lain-lain, bisa di kontrol, dan sekolahpun dapat berkembang dengan baik, ungkapnya.

Program PROKOHESI Kota Bima diharapkan dapat menjadi model dalam penguatan ketahanan sosial di wilayah Nusa Tenggara pada umumnya, sekaligus mempertegas komitmen Kota Bima sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi, dan perdamaian. Kegiatan diakhiri dengan sesi dialogh, dan diskusi, bersama peserta rapat yang hadir.

Dengan sinergi antara Pemerintah Kota Bima, The Habibie Center (TNC), dan Nusatenggara Center (NC), diharapkan tercipta masyarakat yang tangguh, harmonis, dan mampu menangkal berbagai bentuk ekstremisme, dan radikalisme di Kota Bima.