Sekda Kota Bima Hadiri Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat 2026
Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupattama) Polres Bima Kota, Selasa (10/03/2026).
Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai langkah memperkuat sinergi dan kesiapan lintas sektor dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda serta instansi terkait. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Bima didampingi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Perhubungan, serta sejumlah Kepala OPD yang mendapat undangan.
Dalam pemaparan pihak kepolisian disampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Sementara itu, Apel Gelar Pasukan sebagai tanda dimulainya operasi tersebut akan dilaksanakan pada Kamis, 13 Maret 2026 secara serentak di seluruh Indonesia.
Pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan Amahami, Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Terminal Dara, serta Pelabuhan Sape. Selain itu, akan didirikan beberapa Pos Pengamanan (Pospam) guna memastikan kelancaran serta keamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dalam rapat tersebut juga dibahas pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan menjelang arus mudik sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas. Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan seluruh stakeholder memiliki persepsi yang sama dalam melaksanakan pengamanan Operasi Ketupat.
Sekda Kota Bima dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebelumnya Wali Kota telah menyampaikan dalam rapat Forkopimda terkait pentingnya penguatan koordinasi dalam menghadapi arus mudik Lebaran.
"Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, akan dibentuk tiga Pos Terpadu yang berlokasi di Amahami, Terminal Dara, dan Pelabuhan Bima. Pada pos tersebut seluruh unsur terkait harus terlibat, termasuk BPBD dan Dinas Kesehatan," ujar Sekda.
Selain itu, juga disepakati pendirian Pos Pengamanan di kawasan Lawata dan Kolo guna mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya pada masa libur dan pasca Lebaran.
Sekda menekankan pentingnya memastikan kelancaran arus mudik baik melalui jalur darat maupun laut. Pemerintah bersama seluruh instansi terkait diharapkan dapat menjamin kesiapan sarana transportasi serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik.
Selain itu, stabilitas pasokan kebutuhan pokok, BBM dan LPG juga menjadi perhatian penting pemerintah daerah agar tetap tersedia bagi masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Lebih lanjut, Sekda mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menjaga keamanan fasilitas publik selama masa libur panjang. Ia menegaskan bahwa kantor-kantor pemerintahan yang kosong selama libur tetap harus dijaga guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebagai langkah penguatan pengamanan tersebut, Pemerintah Kota Bima juga akan mengeluarkan surat edaran terkait pengamanan kantor serta pelayanan publik selama masa libur Lebaran.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh instansi dapat memperkuat sinergi dan koordinasi guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat Kota Bima dalam menyambut dan merayakan Hari Raya Idulfitri.