Safari di Mande, Sekda Dorong Warga Kota Bima Jadi Dokter Spesialis
Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E menghadiri Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemerintah Kota Bima, bertempat di Masjid Jami' Baburrahmah Lingkungan RW 01 Mande 1, Kelurahan Mande, Jum'at (13/3/2026).
Turut hadir mendampingi Sekda diantaranya Plt. Asisten I Setda Kota Bima, Asisten II, Asisten III, Plt. Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Kepala BKPSDM, dan Lurah se Kecamatan Mpunda. Selain itu, dihadiri pula oleh Ketua dan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima, Ketua Baznas Kota Bima, serta RT/RW dan masyarakat setempat.
Sebagai informasi, Kecamatan Mpunda merupakan kecamatan terakhir tujuan pelaksanaan safari ramadan 1447 H/2026 M Pemerintah Kota Bima, setelah sebelumnya telah melaksanakan rangkaian safari ramadan yang sama pada 4 kecamatan lainnya di Kota Bima. Sementara itu, kelurahan Monggonao merupakan kelurahan terakhir pelaksanaan safari ramadan Pemkot Bima 1447 H/2026 M.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kota Bima, Muhammad Fakhrunraji menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kelurahan Mande, khususnya jamaah salat isya dan tarawih di Masjid Jami' Baburrahmah Kelurahan Mande yang telah menerima rombongan safari ramadan Pemerintah Kota Bima. Ia menegaskan, terpilihnya kelurahan Mande menjadi tempat pelaksanaan safari ramadan Pemkot Bima merupakan salah satu wujud kecintaan kepala daerah terhadap masyarakat Mande.
"Maksud dan tujuan safari ramadan ini selain meningkatkan ukhuwah islamiah dan mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarajat, juga kami ingin menyampaikan informasi tentang tata kelola pemerintahan yang telah berjalan selama satu tahun terakhir dibawah kepemimpinan Wali Kota H. A. Rahman H. Abidin dan Wakil Wali Kota Feri Sofiyan," ujarnya.
Fakhrunraji mengaku pada tahun 2026 ini, kondisi keuangan daerah Kota Bima sangat terbatas dibanding tahun 2025 yang lalu. APBD Kota Bima pada tahun 2025 mencapai Rp. 1,1 triliun, sementara pada tahun 2026 ini turun drastis menjadi Rp. 790 miliar. APBD kita berkurang sekitar Rp. 300 miliar, dipangkas akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Ia menegaskan, kondisi keterbatasan fiskal daerah ini tidak hanya dirasakan dampaknya oleh Pemerintah Kota Bima, tetapi turut dirasakan pula oleh kabupaten/kota lain seluruh Indonesia. Kendati demikian, ditengah kondisi keterbatasan anggaran ini tidak menyurutkan semangat pengabdian dan komitmen pembangunan dari kepala daerah dalam rangka memberikan pelayanan bagi masyarakat Kota Bima.
Sekda juga menyampaikan progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima yang saat ini tengah berlangsung pembangunan lanjutan gedung rawat inap dengan kapasitas 100 tempat tidur.
"Rumah sakit kita yang baru insyaallah akan mulai beroperasi sepenuhnya sekitar bulan Agustus 2026," kata Fakhrunraji.
Menutup arahannya, Sekda Kota Bima mendorong seluruh masyarakat Kota Bima untuk menyiapkan putra-putri nya melanjutkan studi ilmu kedokteran. Ia menegaskan, berdasarkan arahan Menteri Kesehatan, Pemkot Bima didorong untuk menyiapkan tenaga dokter yang murni berasal dari daerah.
Ia menegaskan, sesuai komitmen Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kota Bima, pemerintah daerah telah melakukan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dalam rangka menyiapkan SDM yang mumpuni untuk menjadi dokter spesialis yang berasal dari daerah.
"Bagi putra-putri daerah yang berminat ingin kuliah kedokteran, pemerintah Kota Bima mendorong talenta berbakat dari Kota Bima untuk menjadi dokter spesialis yang akan ditempatkan dan mengabdi di RSUD Kota Bima yang baru," pungkasnya.