Festival Rimpu Mantika 2026 Dongkrak Minat Sarung Tenun dan UMKM Bima
Pelaksanaan Festival Rimpu Mantika Tahun 2026 membawa dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal di Kota Bima. Event budaya yang menjadi kebanggaan daerah ini tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga memberikan efek ekonomi dan sosial yang signifikan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, menyampaikan bahwa festival tersebut berhasil meningkatkan minat masyarakat terhadap penggunaan sarung tenun khas Bima, khususnya sarung Nggoli. Antusiasme warga terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang mengenakan rimpu dalam berbagai aktivitas, tidak hanya saat festival berlangsung, tetapi juga setelahnya.
“Festival Rimpu Mantika telah mendorong kebanggaan masyarakat terhadap identitas budaya lokal. Ini terlihat dari meningkatnya penggunaan sarung tenun Bima, baik untuk kegiatan formal maupun sehari-hari,” ungkap Dr. Hasyim pada Rabu malam (29/04).
Tidak hanya dari sisi budaya, dampak ekonomi juga dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM, khususnya pengrajin dan penjual tenun Bima. Permintaan terhadap sarung Nggoli mengalami peningkatan yang cukup signifikan, seiring dengan tingginya minat masyarakat untuk memiliki dan menggunakan produk lokal tersebut.
“Para pelaku UMKM tenun merasakan peningkatan penjualan selama dan setelah festival. Bahkan, permintaan terus berlanjut meski kegiatan telah selesai. Ini menjadi indikator bahwa Festival Rimpu Mantika mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” tambah Dr. Hasyim.
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa event budaya dapat menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melestarikan warisan budaya daerah. Pemerintah Kota Bima pun berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa di masa mendatang agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Festival Rimpu Mantika sendiri merupakan agenda tahunan yang mengangkat kearifan lokal masyarakat Bima melalui tradisi rimpu, yakni cara berpakaian khas perempuan Bima menggunakan sarung tenun. Event ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.