Pengendalian Banjir Perkotaan, Sekda Kota Bima Tegaskan Percepatan Pembangunan IPAL di Penatoi

Dalam rangka mendukung program pengendalian banjir perkotaan di Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunnraji, ME memimpin rapat koordinasi terkait progres pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk limbah tahu dan limbah ternak sapi warga di Kelurahan Penatoi, bertempat di ruang rapat Sekda, Selasa (12/05).

Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Bappeda Kota Bima, Konsultan Pengawas dari World Bank, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Camat Mpunda, serta Lurah Penatoi.

Dalam rapat itu dibahas kondisi limbah tahu dan kotoran sapi warga yang selama ini masuk ke drainase primer dan dinilai menjadi salah satu persoalan serius yang memerlukan penanganan segera, khususnya oleh Dinas Lingkungan Hidup. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu sistem drainase perkotaan yang menjadi bagian penting dalam pengendalian banjir di Kota Bima.

Sekretaris DLH Kota Bima, Hj. Komalasari menjelaskan bahwa pembangunan IPAL di Kelurahan Penatoi memiliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi. Program tersebut direncanakan untuk 10 penerima manfaat dengan alokasi anggaran sebesar Rp10 juta per unit IPAL. Namun di lapangan, kebutuhan pembangunan dan hasil produksi limbah yang harus ditangani melampaui kemampuan anggaran yang tersedia.

Selain pembangunan IPAL, pihak kelurahan juga melakukan intervensi sosial melalui edukasi kepada para pemilik ternak agar kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk kompos sehingga tidak lagi dibuang ke saluran drainase.

Sekda Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunnraji, ME menegaskan bahwa pembangunan IPAL bagi warga di sekitar bantaran sungai Kelurahan Penatoi harus segera dilaksanakan agar tidak menghambat program lanjutan dari NUFReP di Kota Bima.

“Saya minta minggu depan program pembuatan IPAL untuk limbah di Kelurahan Penatoi bagi 10 penerima manfaat sudah harus mulai jalan. Jika dinas teknis tidak mampu selesaikan, saya yang akan selesaikan. Ini penting dilakukan segera, jangan karena hal sepele mengorbankan program selanjutnya dari Bank Dunia,” tegas Sekda.

Ia berharap seluruh pihak terkait dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah penanganan limbah domestik masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan mendukung program pengendalian banjir perkotaan secara berkelanjutan di Kota Bima.