Wakil Wali Kota Bima Terima Audiensi MUI, Bahas Upaya Pencegahan Penyakit Masyarakat
Wakil Wali Kota Bima Feri Sofyan S,H menerima silaturahmi dan audiensi jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima di ruang kerja Wakil Wali Kota Bima, Kamis (30/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Bima didampingi oleh Staf Ahli Bidang Kesra, Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bima.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara Pemerintah Kota Bima dan MUI dalam menyikapi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah persoalan menjadi perhatian bersama, khususnya terkait penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras (miras), judi online (judol), serta isu LGBT. Persoalan tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius dan penanganan secara bersama melalui upaya pencegahan, edukasi, pembinaan, serta penguatan nilai-nilai agama di tengah masyarakat.
Wakil Wali Kota Bima menyampaikan bahwa persoalan penyakit masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.
"Kita perlu bersama-sama melakukan langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi online maupun berbagai perilaku sosial yang dapat merusak masa depan generasi kita," ujar Wakil Wali Kota.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bima terbuka terhadap masukan dan saran dari MUI serta akan terus memperkuat koordinasi dalam menangani berbagai persoalan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi membutuhkan langkah nyata dan keterlibatan seluruh pihak.
"MUI memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan ulama harus terus kita tingkatkan dengan langkah nyata yang dilakukan secara bersama. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan MUI, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pencegahan dan pembinaan," tuturnya.
Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda Kota Bima agar terhindar dari berbagai hal yang dapat merusak masa depan mereka.
"Mari kita jaga Kota Bima, khususnya generasi muda, agar terhindar dari hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, insya Allah berbagai persoalan sosial di daerah kita dapat kita atasi secara bertahap," pungkasnya.