Penutupan LOA Bima 2026/2027, Camat Raba Tekankan Pentingnya Adab dan Karakter Anak

Lomba Kademik Bina Minat dan Aktualisasi Anak (LOA Bima) Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi ditutup pada Sabtu, 5 September 2026, bertempat di halaman SDN 20 Rabadompu Timur. 

Penutupan tersebut dihadiri oleh Camat Raba, Fahru Irfan, S.IP., serta didampingi sejumlah Kepala OPD yang mendapat undangan dan Lurah Rabadompu Timur.

LOA Bima tahun pelajaran 2026/2027 diikuti oleh 34 sekolah dengan total 68 regu. Pelaksanaan lomba menggunakan sistem gugur, dimulai dari babak pertama hingga babak final. Kompetisi berlangsung selama empat hari, mulai 1 September hingga 4 September 2026. Dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian perlombaan, terdapat empat regu yang berhasil menjadi pemenang dan meraih hasil terbaik dalam kompetisi tersebut.

Dalam sambutannya, Camat Raba, Fahru Irfan, S.IP., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya LOA Bima.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para peserta didik, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, bertemu dan saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.

"Saya sangat mengapresiasi semua pihak yang telah berpartisipasi. Juara dan tidak juara itu soal belakangan. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memperkuat mental, karakter dan disiplin belajar anak-anak," ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih juara. Para pemenang diharapkan tidak cepat berpuas diri, tetapi terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, Camat Raba berpesan agar tetap tekun belajar dan tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai alasan untuk berhenti berusaha.

Lebih lanjut, Camat Raba menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan adab peserta didik. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun sikap dan perilaku anak.

"Saya berharap kepada guru-guru semua dapat membimbing anak-anak tentang karakter dan adab, selain pola pendidikan. Karena anak-anak zaman sekarang sudah jauh dari adab. Saya titip pesan, didiklah anak-anak di sekolah masing-masing dengan mengedepankan adab, karena adab lebih tinggi daripada ilmu. Inilah harapan saya," tegasnya.

Ia berharap kegiatan LOA Bima dapat terus menjadi wadah positif bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan potensi, sekaligus membentuk generasi yang memiliki kemampuan akademik, mental yang kuat, disiplin, berkarakter dan menjunjung tinggi adab.