Wakil Wali Kota Bima Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Ajak ASN dan Masyarakat Muhasabah Diri
Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofyan, S.H., menghadiri Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi bertemakan "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Masyarakat yang Beriman dan Berakhlak Mulia Menuju Kota Bima yang Maju, Bermartabat dan Berkelanjutan". Berlangsung di Masjid H. M. Nur A. Latif Pemerintah Kota Bima, Rabu (9/9/2026).
Wakil Wali Kota Bima hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Bima, para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian, serta Camat dan Lurah se-Kota Bima. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua DWP Kota Bima, Ketua MUI Kota Bima, Ketua Baznas, Lembaga Adat dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofyan menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi kewajiban sekaligus momentum bagi umat Islam untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW.
"Saya kembali mengingatkan kewajiban kita sebagai umat Muslim untuk memperingati hari yang sama. Namun esensinya diperuntukkan bagi kita semua untuk introspeksi diri, apakah kita sudah mencontoh tingkah laku Baginda Rasulullah SAW," ujarnya.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok yang patut menjadi teladan dalam kehidupan, termasuk dalam hal kesederhanaan, sopan santun, sikap menghargai sesama, serta akhlak mulia.
Ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat Kota Bima untuk bertanya kepada diri masing-masing sejauh mana nilai-nilai dan sunnah Rasulullah SAW telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah mencontoh sunnah-sunnah Baginda Rasulullah SAW. Kita semua adalah bagian dari ASN dan masyarakat, apakah kita sudah melaksanakan itu semua," katanya.
Beliau juga mengingatkan agar jabatan dan amanah yang diberikan tidak membuat seseorang menjadi sombong maupun mengabaikan hak orang lain. Menurutnya, perilaku demikian dapat berujung pada tindakan menzalimi sesama.
Karena itu, ia meminta agar momentum Maulid Nabi tidak berhenti pada mendengarkan ceramah atau sekadar seremoni, tetapi benar-benar dijadikan sebagai sarana muhasabah dan koreksi diri.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam membangun Kota Bima. Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Mengakhiri sambutannya, Feri Sofyan mengajak seluruh masyarakat untuk merapatkan barisan, memperbaiki akhlak dan kehidupan beragama, serta menjalankan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab.
"Mudah-mudahan Maulid Nabi kali ini dapat mencerminkan akhlakul karimah yang baik bagi masyarakat. Ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat," pungkasnya.
Dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Dr. Ilham H. Ahmad, M.Pdi, yang mengupas pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai landasan dalam membangun masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, serta mendukung terwujudnya Kota Bima yang maju, bermartabat dan berkelanjutan.