Wali Kota Bima Terima Audiensi FUI, Bahas Gerakan Kembali Mbojo Ma Ntoi untuk Penguatan Moral dan Kehidupan Sosial Masyarakat

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., menerima audiensi dan silaturahmi Forum Umat Islam (FUI) Kota Bima di ruang kerja Wali Kota Bima. Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai agama, akhlak, dan moral masyarakat melalui gerakan Kembali Mbojo Ma Ntoi. Audiensi tersebut turut dihadiri Plt. Asisten I Setda Kota Bima dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Bima. Selasa, (13/10/2026).

Ketua FUI Kota Bima, Asikin bin Mansyur, menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan untuk membicarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat Kota Bima. Pihaknya menaruh perhatian terhadap fenomena yang dinilai mencerminkan penurunan moral, melemahnya adab dan etika, serta meningkatnya berbagai persoalan sosial, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, perjudian, minuman keras, tawuran antar pelajar, dan perundungan.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama, baik dari pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian tersebut, FUI Kota Bima menggagas Gerakan Kembali Mbojo Ma Ntoi, sebuah upaya untuk memperbaiki tatanan kehidupan beragama, sosial kemasyarakatan, serta penguatan akhlak dan moral umat di Kota Bima, dengan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Bima pada masa lampau.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua FUI beserta seluruh jajaran atas kepedulian dan kontribusinya dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bima untuk memperhatikan dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan, sehingga gagasan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam langkah-langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya menginstruksikan kepada Plt. Asisten I agar aspirasi ini segera ditindaklanjuti. Saya berharap ada langkah konkret dan terukur, sehingga Gerakan Kembali Mbojo Ma Ntoi tidak hanya menjadi sebuah gagasan, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bima,” tegas Wali Kota.

Dalam audiensi tersebut, FUI Kota Bima juga menyampaikan sejumlah usulan kepada pemerintah daerah. Di antaranya, mendorong penegakan kembali Peraturan Daerah Kota Bima Nomor 3 Tahun 2003 tentang Lambang dan Motto Daerah Kota Bima, serta menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Bima Nomor 100.34/1201/V/2025 tentang Upaya Memperbaiki Tatanan Kehidupan Beragama, Sosial Kemasyarakatan, Akhlak serta Moral Umat di Kota Bima.

Selain itu, FUI mendorong pelestarian nilai-nilai luhur Maja Labo Dahu sebagai kearifan budaya lokal Bima dalam mendukung terwujudnya Kota Bima BISA. FUI juga menekankan pentingnya upaya bersama untuk mengatasi persoalan moral dan berbagai penyakit sosial, melindungi masyarakat dari dampak perilaku menyimpang, serta menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang berkaitan dengan tradisi dan sejarah kehidupan masyarakat Bima, termasuk nilai-nilai yang disebut sebagai warisan Mahkamah Syariat.

Sebagai langkah konkret, FUI Kota Bima mengusulkan pembentukan kelurahan percontohan yang diarahkan menjadi lingkungan masyarakat yang bebas dari berbagai bentuk penyakit sosial dan kenakalan remaja. Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pembinaan masyarakat yang mengedepankan ketertiban, penguatan nilai keagamaan, dan kepedulian sosial.

Dalam pelaksanaan Gerakan Kembali Mbojo Ma Ntoi, FUI Kota Bima turut merumuskan sejumlah komponen penting yang mencakup bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Upaya tersebut diarahkan pada pembentukan karakter masyarakat, penguatan keimanan dan ketakwaan, serta peningkatan kepedulian dan solidaritas sosial antarwarga.

Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang berkelanjutan antara Pemerintah Kota Bima, FUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai budaya dan keagamaan, mencegah berbagai persoalan sosial, serta mewujudkan kehidupan masyarakat Kota Bima yang berakhlak, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai luhur Maja Labo Dahu.