Wali Kota Bima Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Ikhtiar Hadapi Kekeringan melalui Shalat Istisqa

Pemerintah Kota Bima menggelar Shalat Istisqa di halaman Kantor Wali Kota Bima sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan dan meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat. Rabu (14/10/2026).

Shalat Istisqa tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., didampingi seluruh Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian, Camat, dan Lurah se-Kota Bima.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa bukan sekadar ibadah, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk menyadari keterbatasan manusia dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa rahmat, keberkahan, serta kehidupan bagi seluruh makhluk, sekaligus menyuburkan tanah dan mengisi kembali sumber-sumber air yang dibutuhkan masyarakat.

Di tengah kondisi kekeringan, Wali Kota menegaskan bahwa doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya menunggu hujan turun, tetapi harus terus mengambil langkah konkret untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

"Doa dan ikhtiar bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan beriringan. Kita berdoa dengan penuh keyakinan dan bekerja dengan penuh tanggung jawab," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air. Seluruh perangkat daerah terkait diharapkan bergerak secara responsif dengan memetakan wilayah terdampak kekeringan, memastikan ketersediaan air bersih, serta menyiapkan langkah antisipasi dan penanganan secara terkoordinasi.

Selain itu, momentum Shalat Istisqa diharapkan dapat memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial. Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu, khususnya warga yang paling terdampak kekeringan, sehingga persoalan tersebut dapat dihadapi melalui semangat kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Masyarakat diimbau untuk memelihara sumber mata air, menjaga lingkungan, menghindari pemborosan air, serta menghentikan kebiasaan yang dapat memperparah kerusakan alam.

Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan kondisi kekeringan sebagai momentum introspeksi diri dengan memperbanyak istigfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, memperkuat kepedulian terhadap sesama, dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat air yang selama ini kerap dianggap biasa.

Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Menutup sambutannya, Wali Kota Bima berharap agar Kota Bima senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari segala musibah, serta dianugerahi hujan yang membawa keberkahan bagi kehidupan masyarakat.

Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa ini, Pemerintah Kota Bima menegaskan pentingnya keseimbangan antara penguatan spiritual, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan langkah nyata pemerintah dalam menghadapi dampak kekeringan di wilayah Kota Bima.