Sekda Kota Bima Dorong Penguatan Ketangguhan Masyarakat Hadapi Risiko Banjir Perkotaan melalui Program NUFReP

Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menghadiri kegiatan Peningkatan Partisipasi dan Kapasitas Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Mengurangi Risiko Banjir Perkotaan pada Kota Dampingan National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang berlangsung di Ruma Dining, Kota Bima. Kamis, (22/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kepala Pelaksana BPBD, serta Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK) dari masing-masing kelurahan sesuai undangan.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga di Jakarta serta seluruh pihak yang telah berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana banjir perkotaan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam membangun ketangguhan Kota Bima terhadap ancaman bencana.

Sekda mengingatkan kembali pengalaman banjir bandang yang melanda Kota Bima pada tahun 2016 sebagai titik balik penting dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di daerah.

"Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena dalam penanganan bencana yang kita hadapi, tidak ada korban jiwa. Ini menjadi salah satu pengingat bahwa kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Namun, kita juga perlu bertanya, apakah ketangguhan yang kita miliki saat ini masih sama dengan sebelumnya? Saya khawatir semangat dan kesiapsiagaan itu perlahan terkikis. Karena itu, komitmen bersama harus terus kita jaga dan perkuat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa komitmen terhadap penanggulangan bencana harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab pemerintah daerah. Ia meminta Kepala Pelaksana BPBD untuk menghidupkan kembali Forum Pengurangan Risiko Bencana sebagai wadah partisipasi dan kolaborasi berbagai unsur dalam membangun ketangguhan daerah.

Menurutnya, penguatan forum tersebut perlu didukung komitmen yang kuat, koordinasi lintas perangkat daerah, serta pelibatan masyarakat secara berkelanjutan agar upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan secara optimal.

Sekda juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang lebih erat antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dapat dilakukan secara lebih terarah, baik untuk menghadapi potensi bencana saat ini maupun sebagai investasi ketangguhan bagi generasi mendatang.

Dalam kesempatan itu, Sekda turut memberikan perhatian kepada Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK) yang dinilainya memiliki peran strategis sebagai penggerak masyarakat di tingkat kelurahan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membangkitkan kembali semangat para anggota TSBK untuk terus berpartisipasi aktif dalam upaya penanggulangan bencana, menjaga lingkungan, termasuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik.

"Pemerintah daerah membutuhkan partisipasi dan semangat dari seluruh anggota TSBK. Kehadiran dan keterlibatan Bapak dan Ibu sangat dibutuhkan oleh daerah. Saya ingin mengembalikan semangat itu, agar kita semua kembali bergerak bersama membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan Kota Bima," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bima berharap kapasitas masyarakat dalam mengenali risiko, melakukan kesiapsiagaan, dan berpartisipasi dalam upaya pengurangan risiko banjir perkotaan semakin meningkat. Penguatan komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk mewujudkan Kota Bima yang tangguh, tanggap, dan siap menghadapi potensi bencana.