Pemkot Bima Dukung Launching BMKT Berbasis Mbojo Mantoi, Perkuat Identitas Budaya Daerah
Pemerintah Kota Bima menghadiri kegiatan Launching BMKT Berbasis Mbojo M???oi yang berlangsung di Aula Kantor Camat Rasanae Barat. Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya penguatan nilai-nilai budaya lokal dan pelestarian kearifan masyarakat Mbojo. Jum'at (30/10/26).
Pemerintah Kota Bima diwakili oleh Staf Ahli Wali Kota Bima Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hj. Suharni, S.E., yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Launching BMKT Berbasis Mbojo M???oi menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap potensi lokal, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Budaya Mbojo merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Kota Bima. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kebersamaan, gotong royong, saling menghormati, dan kepedulian sosial, perlu terus dijaga serta diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan berbagai unsur masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program berbasis kearifan lokal. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya daerah.
Pemerintah Kota Bima juga berharap agar pelaksanaan program BMKT Berbasis Mbojo M???oi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan pembangunan daerah, sehingga identitas masyarakat Mbojo tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Kehadiran Pemerintah Kota Bima dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendukung berbagai inisiatif yang berorientasi pada penguatan nilai lokal, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan yang tetap berakar pada budaya daerah.