Wali Kota Bima Paparkan Dua Inovasi Unggulan di Ajang IGA 2026, Dorong Pelayanan Publik Lebih Transparan

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., memaparkan dua inovasi unggulan Pemerintah Kota Bima secara daring dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026. Kedua inovasi tersebut, yakni LA CIBOS (Layanan Cek Informasi Bantuan Sosial Kota Bima) dan PARKIR BERAKHLAK (Pendampingan Juru Parkir Berintegritas dan Akuntabel), bertempat di Pusat Komando Command Center Kota Bima, Rabu (04/11/2026).

Turut hadir mendampingi Wali Kota dalam presentasi tersebut diantaranya Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Bima dan Dinas Perhubungan Kota Bima.

Kegiatan presentasi dan pendampingan inovasi daerah ini difasilitasi oleh BRIDA Kota Bima sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan dan kualitas inovasi daerah dalam penilaian IGA 2026.

Dalam paparannya, Wali Kota menjelaskan bahwa kedua inovasi tersebut lahir dari persoalan mendasar pembangunan daerah, terutama ketepatan penyaluran bantuan sosial dan rendahnya kontribusi retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

LA CIBOS dikembangkan sebagai layanan digital untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi bantuan sosial, sekaligus memperkuat transparansi dan ketepatan data penerima bantuan. Sementara PARKIR BERAKHLAK merupakan inovasi non-digital yang diarahkan untuk membenahi tata kelola perparkiran melalui pendataan juru parkir, penetapan target setoran, pembinaan, serta pengawasan langsung.

Dampak kedua inovasi tersebut mulai terlihat dari capaian yang disampaikan dalam presentasi. Realisasi retribusi parkir meningkat dari Rp408,95 juta pada 2024 menjadi Rp514,44 juta pada 2025, atau tumbuh 25,80 persen.

Adapun LA CIBOS mampu memangkas waktu pelayanan informasi bantuan sosial dari sebelumnya 60–180 menit menjadi kurang dari satu menit. Masyarakat juga dapat mengakses layanan tanpa biaya.

Inovasi ini turut mendukung pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Daerah. Pada 2026, jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 1.200 keluarga penerima manfaat (KPM), dengan alokasi anggaran Rp2,88 miliar.

Selain memaparkan capaian inovasi, Wali Kota juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem inovasi melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengelolaan data dan informasi.

Komitmen tersebut diperkuat dengan berbagai kebijakan daerah, termasuk pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima, pemberian insentif bagi inovator, inkubasi bisnis, hingga pengembangan inovasi di kalangan pelajar melalui workshop robotik.

Wali Kota berharap pengembangan inovasi tidak berhenti pada pemenuhan indikator penilaian, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk menyelesaikan persoalan daerah, memperbaiki tata kelola pemerintahan, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, serta akuntabel.

Pada 2025, Kota Bima meraih predikat Kota Sangat Inovatif. Jumlah inovasi daerah juga meningkat dari 234 inovasi pada 2025 menjadi 291 inovasi pada 2026, atau tumbuh 24,4 persen, dengan tingkat kematangan inovasi rata-rata 97,32.

Melalui capaian tersebut, Pemerintah Kota Bima menargetkan peningkatan predikat dalam ajang IGA 2026, dari Kota Sangat Inovatif menuju Kota Terinovatif.