Festival Rimpu Mantika 2026 Dongkrak Ekonomi dan Lestarikan Budaya Lokal

Pelaksanaan Festival Rimpu Mantika yang berlangsung selama empat hari, 24 hingga 27 April 2026, memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus penguatan identitas budaya masyarakat Kota Bima.

Rangkaian kegiatan yang disuguhkan dalam festival ini terbilang meriah dan beragam, mulai dari penampilan sanggar seni, pertunjukan band lokal, bazar ekonomi kreatif dan UMKM, Pawai Rimpu Mantika, fashion show, fun run, hingga city tour. Antusiasme masyarakat dan wisatawan terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.

Pawai Rimpu Mantika menjadi salah satu magnet utama dengan jumlah peserta mencapai 86 ribu orang. Sementara itu, jumlah pengunjung di venue utama sejak 24 hingga 26 April tercatat sebanyak 10.650 orang.

Dari sisi ekonomi, festival ini menunjukkan dampak yang sangat positif. Sebanyak 17 stand pelaku ekonomi kreatif, 85 stand UMKM, serta 15 stand kedai kopi turut ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan. Total nilai transaksi selama event berlangsung mencapai angka yang menggembirakan, dengan rincian sektor perhotelan sebesar Rp280 juta, bazar ekonomi kreatif Rp144 juta, bazar UMKM Rp437 juta, dan kedai kopi Rp155 juta.

Tak hanya itu, penggunaan kain tenun khas Bima selama festival mencapai 126.500 lembar, yang turut mendorong peningkatan produksi dan penjualan para pengrajin lokal. Dari sisi ketenagakerjaan, kegiatan ini juga mampu menyerap sebanyak 1.031 tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima yang juga selaku Juru Bicara Pemerintah Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim menyampaikan bahwa Festival Rimpu Mantika 2026 bukan hanya sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan strategi konkret dalam menggerakkan ekonomi masyarakat serta melestarikan budaya lokal.

“Festival ini memberikan efek berantai yang sangat luas, mulai dari peningkatan pendapatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, peningkatan okupansi hotel, hingga menguatnya kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya, khususnya penggunaan rimpu dan kain tenun Bima,” ujarnya pada Sabtu malam (02/05).

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan festival ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha mampu menciptakan dampak positif yang nyata.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kota Bima optimistis Festival Rimpu Mantika akan terus menjadi agenda unggulan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah di masa mendatang.