Wali Kota Bima Minta Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Dikebut, Targetkan Segera Layani Pasien
Wali Kota Bima H. A. Rahman meminta pembangunan gedung ruang rawat inap baru RSUD Kota Bima dipercepat tanpa mengabaikan kualitas konstruksi. Permintaan itu disampaikan saat meninjau langsung progres proyek bersama Wakil Wali Kota Feri Sofiyan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Bima, Dinas Kesehatan, dan manajemen RSUD Kota Bima.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan target penyelesaian. Wali Kota memeriksa sejumlah bagian bangunan, mulai dari struktur konstruksi hingga kesiapan fasilitas penunjang yang nantinya akan digunakan untuk pelayanan pasien.
Menurut Rahman, pembangunan gedung rawat inap bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memperkuat kapasitas layanan kesehatan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas rumah sakit yang layak.
"Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai standar mutu dan selesai tepat waktu. Fasilitas ini harus benar-benar siap memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas kepada masyarakat," kata Rahman saat peninjauan.
Ia mengingatkan kontraktor, konsultan pengawas, dan seluruh pihak yang terlibat agar tidak mengejar percepatan dengan mengorbankan kualitas pekerjaan. Pengawasan teknis, kata dia, harus dilakukan secara ketat agar hasil pembangunan memiliki daya tahan dan memenuhi standar pelayanan rumah sakit.
Wali Kota menilai keberadaan gedung rawat inap baru menjadi salah satu infrastruktur penting untuk meningkatkan mutu layanan RSUD Kota Bima. Penambahan kapasitas tempat tidur diharapkan mampu mengurangi kepadatan pelayanan sekaligus memberikan ruang perawatan yang lebih representatif bagi pasien.
Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan mengatakan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan proyek hingga selesai. Menurut dia, penyelesaian pembangunan tepat waktu akan menentukan kesiapan RSUD dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat.
Di akhir peninjauan, pemerintah daerah menggelar evaluasi lapangan bersama pihak terkait untuk mengidentifikasi pekerjaan yang masih memerlukan percepatan. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari pengawasan agar proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal dan segera difungsikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi warga Kota Bima.