Wakil Wali Kota Bima Hadiri Aksi Penanaman 600 Bibit Mangrove di Pantai Lawata

Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofyan, SH, menghadiri aksi penanaman mangrove di kawasan Pantai Lawata, Kota Bima, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Bima dalam menjaga kelestarian lingkungan, mencegah abrasi pantai, serta mendukung penguatan ekosistem pesisir. Jum'at (2/10/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan banjir dan pelestarian lingkungan di wilayah Kota Bima.

Dalam aksi tersebut, sebanyak 600 bibit mangrove ditanam di kawasan Lawata dan kawasan Niu bagian barat. Penanaman ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis, khususnya dalam menjaga garis pantai dari ancaman abrasi, memperbaiki ekosistem laut, serta mendukung terwujudnya lingkungan Kota Bima yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri seluruh Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian, Camat dan Lurah se-Kota Bima. Hadir pula pimpinan DPRD Kota Bima, Kajari Bima, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima, Ketua Pengadilan Negeri Bima, Ketua Pengadilan Agama, Kepala KSOP Bima, Kepala Rutan Raba Bima, serta Kepala Imigrasi Bima.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, khususnya DLH, dalam menyukseskan aksi penanaman mangrove tersebut.

Menurutnya, kegiatan menanam pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki manfaat yang sangat besar bagi kelestarian lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.

"Mungkin hari ini belum bisa kita rasakan manfaat dari apa yang kita kerjakan pagi ini, namun anak cucu kita kelak akan menikmati hasilnya. Insyaallah, ini akan menjadi sedekah jariyah bagi kita semua, dan semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan yang telah kita lakukan," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima tidak boleh menyerah pada kondisi alam yang ada. Meskipun secara kasatmata sejumlah kawasan perbukitan di Kota Bima masih terlihat kering dan gersang, kondisi tersebut harus menjadi dorongan untuk terus berikhtiar menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sejuk, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

"Kita tidak boleh pasrah menerima keadaan. Harus ada ikhtiar dan upaya nyata untuk menjaga serta menciptakan alam yang hijau, sejuk, dan bermanfaat bagi kehidupan kita," tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota berharap aksi penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia mengingatkan pentingnya pemeliharaan dan pengawasan secara konsisten agar bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang.

Ia juga berharap gerakan menanam pohon dapat terus dilanjutkan hingga menjadi contoh, tradisi, dan budaya positif di tengah masyarakat Kota Bima.

Menurutnya, mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat memang bukan perkara mudah, terlebih jika kebiasaan lama telah mengakar. Namun, melalui gerakan yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan, kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan dan gemar menanam dapat tumbuh secara bertahap.

"Harapan kita, gerakan ini terus berlanjut dan menjadi tradisi serta budaya masyarakat. Jika dilakukan secara konsisten, saya yakin masyarakat Kota Bima akan semakin memiliki kesadaran dan kecintaan terhadap lingkungan, serta menjadikan kegiatan menanam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," tutupnya.